Senin, 21 Oktober 2013

10 Bukti dan Tanda Kebesaran Allah di Perang Gaza, Palestina

10 Bukti dan Tanda Kebesaran Allah di Perang Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Gaza Strip War

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini.
Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.
Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Gaza’s Victims

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia.
Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
Israel Soldiers

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas.
Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnalis, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

1. Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.
Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”
Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih di belakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

2. Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.
“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

3. Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.
Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.
Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”
Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?.

4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah Al Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, ”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”
Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

5. Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

6. Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).
Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

7. Selamat Dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.
Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulan doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.
Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).
Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

8. Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo.com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.
Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

9. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009).

10. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Mudik, Maldini Reuni dan Berlatih Dengan Klub Lamanya

Mudik, Maldini Reuni dan Berlatih Dengan Klub Lamanya

Mudik, Maldini Reuni dan Berlatih Dengan Klub Lamanya
Maldini Pali saat melawan Vietnam © Fajar Rahman

Bola.net - Mendapatkan waktu libur dari timnas Indonesia U-19 tak hanya dimanfaatkan penggawa Garuda Jaya berkumpul dengan keluarga, tetapi juga reuni dan berlatih bersama klub lamanya.

Seperti yang dilakukan oleh andalan Garuda Jaya di sisi kanan, Maldini Pali. Pemain yang memiliki dribble dan kecepatan yang apik ini tetap berlatih bersama teman-teman lamanya yang berkiprah di Sekolah Sepak bola (SSB) Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat di sela-sela masa liburannya.

"Kami diberikan waktu liburan selama sepekan setelah mengikuti turnamen internasional kualifikasi Piala Asia. Sesuai dengan saran coach Indra Syafri, maka semua pemain Timnas harus melakukan latihan ringan untuk menjaga kebugaran tubuh," kata Maldini Pali saat menjalani latihan di stadion Manakarra Mamuju.

Menurutnya, kerja keras yang dilakukan selama ini sedikitnya telah membuka harapan baru untuk mewujudkan cita-cita menjadi pemain profesional.

"Hasil gemilang yang dicapai dalam beberapa turnamen internasional merupakan pengalaman berharga. Raihan itu tentu membanggakan kita semua," tandasnya. (ant/dzi)

Selasa, 15 Oktober 2013

Status Evan Dimas Dipermasalahkan

Status Evan Dimas Belum Bisa Dijadikan Sebagai Pemain Profesional
Status Evan Dimassemakin ramai diperbincangkan, karena menyangkut banyak sekali aspek yang terkait kebijakan PSSI terhadap posisi Persebaya 1927. Hal ini dapat dilihat dari link http://bola.kompas.com/read/2013/10/14/1143252/PSSI.Masih.Tak.Akui.Status.Profesional.Evan.Dimas.
Dengan posisi seperti hal ini justru makin memperuncing kondisi karena banyak pihak mulai ikut angkat suara diantaranya Menpora dan anggota DPR lainnnya, Nasrullah Larada, anggota Komisi X DPR RI yang membidangi masalah olahraga, menyayangkan sikap PSSI yang menolak permohonan alih status Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional, dengan alasan klub asal Evan yakni Persebaya 1927, tidak diakui sebagai anggota PSSI. “Terkait Evan Dimas, seharusnya PSSI tahu diri dan punya rasa malu,” tegas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini kepada Tribunnews.com, Senin (14/10/2013). http://www.tribunnews.com/superball/2013/10/14/terkait-evan-dimas-pssi-diminta-tahu-diri-dan-tak-bersikap-seperti-anak-tk.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB ) DPR, Marwan Ja’far, menyesalkan sikap PSSI yang ngotot menolak permohonan alih status kapten Timnas U-19 Indonesia, Evan Dimas Darmono, dari pemain amatir ke profesional. dengan alasan klub asalnya tidak diakui sebagai anggota PSSI. http://www.tribunnews.com/superball/2013/10/14/tak-mau-akui-status-profesional-evan-dimas-pssi-dituding-keras-kepala.
Dan link lanjutnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman meminta PSSI segera menyelesaikan polemik status kapten Tim Nasional U-19, Evan Dimas dari pemain amatir ke profesional, yang ditolak PSSI karena alasan klub asalnya tidak diakui sebagai anggota PSSI. http://www.tribunnews.com/superball/2013/10/14/ketua-dpd-minta-pssi-segera-selesaikan-polemik-status-evan-dimas. Jika posisi  Evan Dimas  dipermasalahkan Vietnam di Piala AFF U19 dan Tim di Grup G  di babak penyisihan piala AFC U19, bisa runyam urusannya.
Sebenarnya, masalahnya cukup sederhana, tidak usah dipermasalahkan status Persebaya 1927 karena berlaga di IPL, sebab IPL masih tercantum dalam kompetisi yang diakui FIFA, kalaupun formatnya harus play off ya seharusnya semua tim di IPL harus ikut, biarkanlah kompetisi yang fair berjalan semestinya sebagai filtering prestasi/pemain dan tidak dicampur adukkan dengan faktor politik dan like-des like, dengan demikian sepak bola Indonesia dapat segera maju. Selama masih ribut, tidak akan pernah prestasi menghampiri Indonesia.
TERBANG TINGGI GARUDAKU !!!

Sebanyak 16 Negara yang Akan Melaju Ke Putaran Final Piala AFC U-19 Di Myanmar

Sebanyak 16 Negara yang Akan Melaju Ke Putaran Final Piala AFC U-19 Di Myanmar

Sebanyak 16 negara akan ikut dalam putaran final Piala AFC U19 di Myanmar. sebanyak 9 negara mewakili juara semua grup. Enam negara mewakili runner up terbaik semua grup dan satu lagi diwakili tuan rumah Myanmar.
Inilah peserta putaran final Piala AFC U19 2014:
Juara Grup:
1. Qatar
2. Uni Emirat Arab
3. Irak
4. Iran
5. Oman
6. Vietnam
7. Indonesia
8. Korea Utara
9. Jepang
Runner Up Terbaik:
1. China
2. Australia
3. Korsel
4. Uzbekistan
5. Thailand
6. Yaman
Tuan Rumah:
1. Myanmar

Ilham Armaiyn, Sosok Fenomena Asal Ternate

Ilham Armaiyn, Sosok Fenomena Asal Ternate

Ilham Armaiyn, Sosok Fenomena Asal Ternate
Ilham Udin Armayn © Fajar Rahman

Bola.net - Mantan Direktur Media (Dirmed) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Tommy Rusihan Arief, telah membeberkan sekelumit perjalanan Ilham Udin Armaiyn ke pentas tim nasional Indonesia U-19.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan Tommy menilai jika Ilham Armaiyn yang mulai mengenal sepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Gamalama Ternate, merupakan fenomena.

Lebih jauh dikatakan Tommy, Ilham Armaiyn kini sudah menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara khususnya Ternate.

Dikatakan Tommy lagi, sebelumnya selalu berdiskusi dengan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, mengenai Ilham Armaiyn. Indra memuji karakter Ilham Armaiyn yang santun, pendiam dan agak pemalu. Tapi, bakatnya di Timnas U-19 sangat menonjol.

"Saya selalu memompa keberanian Ilham agar dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan. Karena itu, saya selalu memberinya kesempatan pertama di line-up," ujar Indra seperti ditirukan Tommy kepada Bola.net.

Bahkan, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin juga ikut memuji penampilan Ilham Armaiyn. Sebagai tokoh nasional yang sudah dianugerahi gelar Kesultanan Tidore, Djohar Arifin merasa sudah menjadi bagian dari masyarakat Maluku Utara.

"Saya kagum sama perjuangan pak Tommy Arief, yang selalu mengingatkan PSSI agar melihat ke Ternate. Ternate punya talenta yang tidak boleh diabaikan," begitu isi pesan singkat (SMS) Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin kepada Tommy. (esa/dzi)

Hasil Skor Indonesia vs China 1-1: Kualifikasi Pra Piala Asia 2015



Hasil Skor Indonesia vs China 1-1: Kualifikasi Pra Piala Asia 2015

Gol Boaz Solossa membuat hasil pertandingan timnas Indonesia vs China berakhir dengan skor 1-1 dalam lanjutan kualifikasi Pra Piala Asia 2015. Dengan hasil imbang di laga Indonesia vs Cina yang digelar pada Selasa, 15 Oktober 2013, Garuda besutan Jacksen F. Tiago meraih poin pertama dari tiga kali pertandingan dan masih berada di posisi buncit Grup C.

Indonesia turun dengan formasi 4-4-2; mengandalkan duo Boaz Sollosa dan Greg Nwokolo di barisan depan. Sebaliknya, China memainkan skema 3-6-1 dan mempercayakan penyerang tunggal pada sosok Yu Dabao yang mencetak dua gol ketika membungkam Singapura 6-1.
China unggul segalanya dari Indonesia. Umpan mereka lebih akurat, kerjasama lebih apik, dan postur tubuh lebih ideal. Kontras dengan Garuda yang seperti pincang. Tidak memiliki konsep yang jelas, umpan sering salah, dan serangan balik yang menjadi andalan, sering mentah.
Namun, kebuntuan baru cair di menit 36. Yu Dabao yang sepanjang pertandingan berfungsi sebagai target man sekaligus pemantul bola, menjadi teror bagi lini belakang Indonesia. Ia mendapatkan bola di kotak penalti, membalikkan badan dan mengirimkan umpan pendek yang dituntaskan oleh Wu Xi di menit 36.
Kehadiran Titus Bonai di ujung babak pertama, diharapkan menyegarkan tim. Awal paruh kedua, Indonesia terlihat lebih berani mengganggu pertahanan China. Namun, sepakan Raphael Maitimo melayang ke atas gawang Zeng Cheng. Sebaliknya, I Made Wirawan harus dua kali berjibaku memblok tendangan para pemain Cina dari luar kotak penalti.
Di tengah kebuntuan, Boaz Solossa menjadi penyelamat. Memanfaatkan kesalahan pemain belakang tim tamu, penyerang Persipura melepaskan tembakan yang menaklukkan Zeng Cheng. 1-1! Sebuah hal yang kemudian membangkitkan rasa percaya diri tim.
Ruben Sanadi sempat memiliki peluang berkat umpan satu-dua dengan Boaz, namun tembakannya melambung. Cina tetap dominan untuk meraih poin penuh sesuai target mereka. Kekokohan I Made Wirawan dan bek timnas menjaga skor. Sebaliknya kebocoran lini belakang Cina nyaris berbuah gol pembalik keadaan oleh Greg Nwokolo.
Hasil imbang ini membuat Indonesia meraih angka pertama di kualifikasi Piala Asia 2015. Tapi, cukup banyak catatan negatif untuk tim Jacksen F. Tiago yang harus diperbaiki dalam tiga laga sisa.
Indonesia (4-4-2) : I Made Wirawan (GK); Victor Igbonefo, M. Roby, Ruben Sanadi, Tinus Pae; M. Taufiq, Ahmad Bustomi (Vendry Mofu), Slamet Nurcahyo (Titus Bonai ’45), Raphael Maitimo; Boaz Solossa, Greg Nwokolo.
China (3-6-1): Zeng Cheng (GK); Sun Xiang, Du Wei, Liu Jianye; Wang Yongpo, Zheng Zhi, Wu Xi, Yang Hao, Wu Lei, Zhang Xizhe ; Yu Dabao.

Senin, 14 Oktober 2013

Kualifikasi Piala Asia 2015: Indonesia Wajib Bekuk Cina 15 Oktober 2013

Preview WCQ: Indonesia - China



Siaran Langsung
Selasa, 15 Oktober
19:00 WIB

SCTV
Tim nasional Indonesia menjalani partai wajib menang saat menjamu Cina dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (15/10) nanti.

Seperti yang diketahui, Indonesia belum mengumpulkan satu poin pun di grup C kualifikasi Piala Asia, setelah di pertandingan pertama menyerah dengan skor 1-0 oleh Irak, dan kemudian ditumbangkan Arab Saudi di kandang sendiri dengan skor 2-1.

Sementara itu, Cina sukses mengoleksi tiga angka sejauh ini, berkat kemenangan atas Qatar dengan skor 1-0, setelah di laga pertama mereka dibekuk Saudi 2-1.

Oleh karena itu, kekalahan ataupun hasil imbang di laga kandang menghadapi Cina, akan semakin menipiskan peluang tim Garuda untuk lolos ke putaran final di Australia.

Namun, dalam sisi historis, Indonesia patut waspada karena dalam 12 pertandingan menghadapi Cina, tim Merah Putih hanya mampu meraih kemenangan satu kali, imbang satu kali dan sepuluh laga sisanya berakhir dengan kekalahan.

Pertandingan terakhir terjadi pada tahun 2004 di ajang Piala Asia, di mana Cina menang dengan skor 5-0 di kandang, kapten Cina saat ini Zheng Zhi dan juga bek kiri Sun Xiang ikut dalam tim saat itu.

Indonesia memang hanya menang satu kali, tetapi itu menciptakan mimpi buruk bagi Cina pada tahun 1957 silam. Kala itu, adalah kali pertama Cina bermain di kualifikasi Piala Dunia, dan mereka tumbang di Jakarta dengan skor 2-0. Kemudian mereka berhasil membalas di Beijing dengan skor 4-3.

Sesuai aturan saat itu, pertandingan ketiga harus kembali dilaksanakan, dan Myanmar menjadi tempat digelarnya pertandingan tersebut. Hasilnya, Indonesia berhasil menahan imbang Cina dengan skor 0-0, dan berhak lolos berkat keunggulan selisih gol. Tiga pertandingan itu sangat terkenal dalam sejarah sepakbola Cina.

Selain itu, faktor kesiapan para pemain juga dapat dibilang Cina menjalaninya dengan lebih baik. Setelah laga menghadapi Arab Saudi, Indonesia dipaksa terus menelan pil pahit saat menghadapi klub-klub dari Eropa dan juga timnas Belanda. Persiapan maksimal hanya ketika Indonesia meraih kemenangan 2-0 atas Filipina, setelah itu beberapa laga uji coba yang dijadwalkan selalu gagal hingga beberapa hari menjelang laga melawan Cina.

Sementara Cina melakukan persiapan dengan lebih matang, meski dalam tubuh negeri Negeri Tirai Bambu sempat terjadi gejolak ketika mereka tumbang di tiga laga uji coba usai mengalahkan Irak (kalah dari Uzbekistan, Belanda dan Thailand). Kekalahan dari Thailand dengan skor telak 5-1 memaksa federasi melakukan tindakan tegas memecat pelatih Jose Camacho.

Pergantian pelatih ke tangan Fu Bo membalik nasib Cina. Mereka tampil tidak terkalahkan dalam lima laga resmi FIFA terakhir. Di ajang Piala Asia Timur, Cina menduduki posisi runner-up di bawah Jepang. Di turnamen itu, tim Tirai Bambu menahan imbang Jepang dan Korsel, sebelum mengalahkan Australia di laga terakhir.

Usai turnamen tersebut, Cina memfokuskan diri untuk menghadapi Indonesia, dan kemudian menggelar dua laga uji coba menghadapi Singapura dan Malaysia. Hasilnya, mereka mampu memetik kemenangan meyakinkan atas Singapura dengan skor 6-1 dan Malaysia dengan skor 2-0.

Meski di atas kertas Indonesia tampak sulit dapat meraih hasil maksimal, namun peluang untuk dapat mencuri kemenangan tetap ada. Motivasi berlipat di kandang sendiri, ditambah dengan semangat yang sedang berkobar usai timnas U-19 mampu membalikkan prediksi dengan mengalahkan Korea Selatan, bisa meningkatkan mental tanding skuat asuhan Jacksen F. Tiago.

Selain itu, Cina juga sedang kebingungan dengan cederanya beberapa pemain andalan. Fu Bo terpaksa melakukan variasi dalam sesi latihan dengan memaksimalkan pemain yang ada. Menjadikan kiper Yang Zhi sebagai bek salah satu contohnya.

Menarik dilihat di laga nanti adalah masukan yang diberikan Marcello Lippi menjelang keberangkatan Cina ke Jakarta untuk mengatasi krisis pemain, terutama di sektor pertahanan. Dengan melihat kondisi yang dialami Cina, maka peluang itu tetap ada!

 1. Jadwal Timnas Indonesia Vs Cina Kualifikasi Piala Asia 15 Oktober 2013

2. Indonesia vs Korea Selatan 3-2 Hasil Skor Akhir Piala AFC U19 2013

Minggu, 13 Oktober 2013

Jadwal Timnas Indonesia Vs Cina Kualifikasi Piala Asia 15 Oktober 2013



Jadwal Timnas Indonesia Vs Cina Kualifikasi Piala Asia 15 Oktober 2013



Setelah Timnas Indonesia U19 mampu mengharumkan nama bangsa, selanjutnya giliran sang senior harus menunjukan kapasitasnya. Jika tidak ada perubahan pertandingan Timnas Indonesia Vs Cina dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia, akan digelar pada 15 Oktober 2013.
Timnas China sendiri dipastikan tak diperkuat dua pilarnya kala menghadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mendatang. Kedua pemain itu adalah Zhao Xuri dan Sun Ke.
Zhao Xuri diberitakan cedera lutut saat merayakan gol bersama klubnya, Guangzhou Evergrande. Sementara Sun Ke yang merupakan sayap lincah klub Jiangsu Sainty, didera penyakit radang paru-paru.
Sebagai gantinya pelatih China, Fu Bo memanggil bek Beijing Guoan, Lang Zheng dan sayap Guizhou Renhe, Qu Bo. Kini mereka sudah bergabung bersama tim.
Fu Bo juga sedang menunggu kesiapan tiga pilar lainnya seperti Zhang Linpeng, Feng Xiaoting dan Rong Hao untuk bisa memperkuat tim.
Menanggapi hal tersebut pelatih Timnas Indonesia senior, Jacksen F Tiago tidak mau terpengaruh dengan kondisi lawannya tersebut.
“Kami tidak peduli sama sekali dengan kondisi China karena kami tidak mau persiapan yang saat ini terganggu. Lebih baik kami fokus dengan persiapan tim sendiri” tegas Jacksen F Tiago, Kamis (10/10/13).
“Kami menilai siapa pun yang absen di kubu China tidak masalah bagi mereka, mereka sudah terbiasa dengan masalah itu. Selama beberapa kali uji coba, cuma lima pemain China yang tak tergantikan di line up” tambahnya.
Jacksen mengaku bersyukur bahwa persiapan yang dilakukan di Batu Jawa Timur, berjalan sesuai rencana. Pemain tidak ada yang bermasalah dengan kebugaran, juga tidak ada satu pun pemain yang cedera.

Hasil Pertandingan Timnas U-19 VS Korea Selatan

Indonesia vs Korea Selatan 3-2 Hasil Skor Akhir Piala AFC U19 2013



Indonesia vs Korea Selatan 3-2 Hasil Skor Akhir Piala AFC U19 2013


Hattrick Evan Dimas memastikan hasil pertandingan timnas Indonesia vs Korsel berakhir dengan skor 3-2 dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia AFC U19 Grup G. Bermain di bawah guyuran hujan pada Sabtu, 12 Oktober 2013 di Gelora Bung Karno, Timnas U19 merebut tiket ke putaran final dengan status sangat bergengsi: juara Grup!
Indonesia U19 yang mengenakan kostum merah-merah, menggantung seorang Muchlis Hadi Ning di depan dan memperkuat lini tengah. Maldini Pali dan Ilhamudin Armaiyn sedikit mundur. Sementara Korea, dengan kostum putih-putih, terlihat lebih dominan di menit-menit awal.
Umpan-umpan terobosan Garuda Jaya merepotkan lini belakang Taegeuk Warriors. Namun, sayap Korea Selatan, Hwang Hee Chan dan Kim Shin juga tak kalah menguji penjaga gawang Ravi Murdianto.

Evan Dimas membuat Indonesia unggul di menit 30 memanfaatkan umpan silang Ilham Udin Armayn.  Namun gol cantik itu langsung dibalas dengan hukuman penalti akibat pelanggaran Hansamu Yama Pranata. Penalti yang dieksekusi oleh Seol Taesu meluncur mulus ke sudut gawang Ravi. 1-1.
Sempat terhenti oleh hujan, Indonesia kembali menggebrak. Tembakan Muchlis Hadi Ning membentur mistar gawang lantas memantul keluar. Hal yang menimbulkan perdebatan sekaligus menutup babak pertama dengan skor sama kuat.
Penetrasi Maldini Pali menusuk sisi kiri Korea Selatan, diakhiri dengan umpan cantiknya kepada Evan Dimas. Dan sang kapten Indonesia tak membuang kesempatan untuk menjebol gawang Taegeuk Warriors untuk kedua kali. 2-1!
Muchlis Hadi Ning dan Maldini Pali memberi suguhan apik bagi pendukung Garuda Muda. Sementara tembakan Ilhamudin Armaiyn harus susah payah dibendung oleh Lee Seong Won sang kiper pengganti. Korsel membalas melalui tembakan Seol Taesu yang terbendung pagar betis di menit 65.
Korea Selatan mulai panik dan emosi mereka muncul ke permukaan. Namun Taegeuk Warriors nyaris membobol gawang Ravi Murdianto ketika Suh Myeong Won menerima umpan terobosan dan tembakan Kim Shin melebar tipis dari sasaran. Tendangan bebas di menit 81 masih pula membentur mistar.
Ravi menjadi penyelamat di menit 84. Tembakan Hwang Hee Chan dimentahkannya. Lalu, Evan Dimas lagi-lagi menjadi penentu. Kerjasama Ilham Udin Armaiyn dan Muhclis diselesaikan Evan Dimas untuk membuat Indonesia menyelesaikan pertandingan lebih awal. Game over bagi Korea.
Meski Suh Myeong Won (’89) bisa membobol gawang Indonesia, kekalahan Korsel tak terbendung lagi. Indonesia mengumpulkan sembilan angka. Menjadi juara grup, dan juara di Myanmar 2014? Mengapa tidak!
Indonesia: 1-Ravi Murdianto; 2-Putu Gede, 5-Muhammad Fatchurrahman, 13-Muhammad Sahrul, 16-Hansamu Yama Pranata; 6-Evan Dimas Darmono (30-Dio Permana ’93), 8-Muhammad Hargianto, 15-Maldini (31-Yabes Malaifani ’87), 19-Zulfiandi Ilham Udin (11-Hendra Sandi ’83); 10-Muchlis Hadi Ning

Korea Selatan: 18-Lee Taehui (1-Lee Seong Won ’42); 5-Pak Mingyu, 6-Lim Seunggyeom, 7-Kim Jeongmin, 33-Hwang Kiwook; 11-Hwang Hee Chan, 13-Seol Taesu (10-Suh Myeong Won ’70), 22-Choi Jaehun; 34-Lee Gwang Hyeok, 42-Kim Shin, 43-Sim Jehyeok

Jadwal Timnas Indonesia Vs Cina Kualifikasi Piala Asia 15 Oktober 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

Prediksi Indonesia vs Korea Selatan Kualifikasi Piala Asia AFC U19 12 Oktober 2013


Prediksi Indonesia vs Korea Selatan Kualifikasi Piala Asia AFC U19 12 Oktober 2013


Prediksi Indonesia vs Korea Selatan Kualifikasi Piala Asia AFC U19 Sabtu, 12 Oktober 2013

           Seberapa besar nyali timnas U19 menghadapi Korsel, akan terbukti dalam duel  Timnas Indonesia vs Korea Selatan di Grup G babak kualifikasi Piala Asia AFC pada Sabtu, 12 Oktober 2013 pukul 19.30 WIB. Kemenangan adalah sesuatu yang tak bisa ditawar lagi untuk memastikan Garuda Muda menjadi juara grup dan memastikan tiket ke Myanmar 2014. Mampukah Evan Dimas dkk?
Saat ini, Indonesia U19 masih berada di peringkat kedua klasemen; kalah selisih gol dengan Korsel yang mencatat surplus 8 gol. Hasil seri akan membuat Garuda Jaya berada di posisi runner-up grup dan bergantung pada hasil duel Laos melawan Filipina untuk menjadi salah satu dari enam runner-u grup terbaik.
Pelatih Indra Sjafri menyatakan, Korsel tengah mengendor. Katanya seperti dikutip Sindonews, ”Saya melihat statistik permainan mereka (Korsel) di pertandingan kedua, cendrung menurun dari pada di pertandingan pertama. Tapi saya akui, jika belum ada kesimpulan dari kami soal Korsel.”
Taegeuk Warriors memiliki dua pemain yang bergantian mencetak hattrick dalam dua laga perdana. Ketika membekap Filipina 4-0, ada seorang Hwang Hee Chan dan pada laga berikutnya, menikam Laos 5-1 giliran Lee Jeong Bin yang melakukannya. Korsel juga terbukti selalu tampil konstan. 4 dari 9 gol yang sudah mereka lesakkan, terjadi dalam 20 menit terakhir laga.
Namun, pasukan dari negeri Timur tidak memandang remeh Indonesia. Menurut pelatih Korsel, Kim Sang Ho, “Dalam pertandingan nanti, kami sangat mewaspadai permainan cepat Indonesia. Besok, tentu saja akan jadi pertandingan besar bagi kedua tim.” Ia meyakini, pemainnya tak kalah cepat dari kubu Garuda Muda.
Indonesia dalam dua laga awal, terlihat kurang bergigi di lini depan. Penyerang sayap, Ilham Udin Armaiyn belum maksimal. Demikian pula sayap kanan, baik itu Maldini Pali maupun Dinan Yahdian. Beranikah Indra Sjafri memainkan Yabes Roni Malaifani yang terbukti moncer ketika menjadi pemain pengganti di laga kontra Filipina?
Meski kemenangan adalah hal sulit, belum tentu Garuda Jaya berakhir begitu saja. Bermain cepat dan tak memberi sedikitpun ruang bernapas bagi Korea Selatan adalah langkah yang harus diambil Indonesia U19 untuk lebih nyaman mendapatkan tiket ke Myanmar.
Perkiraan Susunan Formasi
  • Indonesia (4-3-3): Ravi Murdianto; Muhamad Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama Pranata, Muhammad Fatchu Rochman, Putu Gede Juni Antara; Evan Dimas, Zulfiandi, Muhammad Hargianto; Maldini, Ilham Udin Armaiyn, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh
  • Korea Selatan (4-4-2): Lee Taehui; Pak Mingyu, Lim Seunggyeom, Kim Jeongmin, Hwang Ki Wook; Park Inhyeok, Lee Jeongbin, Hwang Hee Chan, Seol Taesu; Kim Shin, Shim Jehyeok

Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Korsel, Piala AFC 2014 di RCTI

Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Korsel, Piala AFC 2014 di RCTI

JAKARTA,BB – sesuai jadwal RCTI, Timnas Indonesia U19 vs Korsel digelar pada hari Sabtu 12 Oktober 2013 pukul 19.30 WIB.
Pada pertandingan ini, Indonesia harus memenangkan atas Korea Selatan di partai terakhir Grup G tersebut.
Saat ini Timnas Garuda Muda memiliki raihan 6 poin atau sama dengan Korsel. Namun, Korsel memuncaki grup G yang unggul dari selisih gol.
Jika Indonesia memenangkan pertandingan atas Korsel maka otomatis sebagai juara Grup G dengan raihan 9 poin. Namun jika kalah atau imbang maka Indonesia hanya berada di posisi runner-up. Sehingga peluang menuju babak putaran final sangat tipis yang harus masuk 6 besar dalam raihan poin semua runner-up Grup.
Kemenangan terbaru timnas Indonesia U19 atas Filipina membuka peluang menuju babak putaran final AFC 2014 di Myanmar. Semoga saja Timnas Garuda Muda menang atas Korsel. Ayoooo Garuda Muda bisa menang!!!!!
Klasemen Grup G :
Tim Pld W D L GF GA GD Poin
 South Korea 2 2 0 0 9 1 +8 6
 Indonesia 2 2 0 0 6 0 +6 6
 Philippines 2 0 0 2 0 6 −6 0
 Laos 2 0 0 2 1 9 −8 0

Kamis, 10 Oktober 2013

Hasil Pertandingan Indonesia vs Filipina

Hasil Pertandingan Indonesia vs Filipina

Friday, October 11th 2013. |
Timnas Indonesia U 19 300x187 Hasil Pertandingan Indonesia vs Filipina
google image
Pasukan garuda muda Indonesia akhirnya berhasil menjungkalkan tim tamu Filipina di depan pendukung timnas Indonesia sendiri dengan skor akhir 2 – 0. Selama 2 x 45 menit pasukan garuda muda Indonesia berhasil tampil spartan menggempur pertahanan Filipina malam tadi, 10 Oktober 2013.
Hasil pertandingan Indonesia vs Filipina berakhir 2 – 0 untuk kemenangan Indonesia. Pertandingan yang bertajuk laga kualifikasi Piala Asia U-19 grub G itu dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Aktor lapangan yang berhasil mencatatkan namanya dipapan skor adalah dua punggawa merah putih yaitu Muhammad Hargianto pada menit ke 27 dan Yabes Malaifani pada menit ke 82.
Pasukan Indonesia mendapat peluang emas berkali-kali namun belum dapat tercipta gol. Peluang pertama datang di menit ke-20 dimana Dinan Yahdian yang berhasil mengoptimalkan umpan pojok dari Evan Dimas akan tetapi bola berhasil ditepis oleh penjaga gawang Filipina Ronilo Bayan. Selain itu Dinan Yahdian juga berhasil menyambar bola mentah hasil pantulan akan tetapi bola yang ia sambar malah melambung.
Beberapa menit kemudian tepatnya menit ke-26 tendangan sang kapten Evan Dimas yang sudah menemui sasaran ternyata hanya membentur mistar gawang Filipina. Akan tetapi selang semenit kemudian aksi tendangan bebas yang dieksekusi oleh Muhammad Hargianto berhasil merobek jala Ronilo Bayan di menit ke 27.
Penjaga gawang Filipina sebenarnya sudah dapat menyentuh bola tembakan Muhammad Hargianto akan tetapi arah bola yang sulit diamankan akhirnya melaju mulus menggetarkan jala gawang Ronilo Bayan. Skor berubah 1 – 0 untuk keunggulan Indonesia.
Setelah berhasil unggul satu angka atas tim tamu pasukan tim tuan rumah lebih menggiatkan serangan ke jantung pertahanan Filipina. Di menit ke 35 tembakan dari Ilham Udin menyusur tanah masih dapat diamankan oleh penjaga gawang Filipina.
Skor 1 – 0 pun berakahir hingga para pemain memasuki ruang ganti. Ketika babak kedua dimulai hanya berlangsung tiga menit pasukan Indonesia kembali menghadirkan peluang emas disaat tembakan Evan Dimas yang dilakukan di dalam kotak pinalti masih dapat ditepis oleh Ronilo. Umpan matang dari Dinan Yahdian tersebut gagal menjadi gol. Selain itu tembakan dari Fahri juga gagal merobek jala Ronilo untuk kedua kalinya.
Penjaga gawang yang lahir pada 28 Januai 1995 itu berhasil tampil bagus menghadapi gempuran-gempuran Indonesia. Beberapa tembakan yang dilesatkan oleh pemain Indonesia banyak yang dimentahkannya, mereka antara lain Evan Dimas, Paulo Sitanggang.
Pemain pengganti Yabes Malaifani yang masuk dibabak kedua menjadi aktor penutup hasil pertandingan Indonesia vs Filipina dengan aksi yang ia ciptakan menjadi gol. Hal itu terjadi dibabak kedua menit 82, berawal dari kerjasama dengan Paulo Sitanggang yang memberikan umpan trobosan manis kepada Yabes dan pemain yang berasal dari Alor itu pun berhasil mengoyak jala Ronilo melalui tendangan kaki kanan di sudut sempit gawang Filipina. Skor pun berubah menjadi 2 – 0 untuk kemenangan Indonesia.
Pemain pencetak gol terakhir Yabes Malaifani kebetulan adalah pemain yang baru menjalani pertandingan perdananya bersama Timnas Indonesia U-19. Hasil tersebut menjadikan dirinya sebagai pemain pendatang yang akan menjadi pilihan andalan sang pelatih di laga laga selanjutnya.

Jadwal Timnas U-19 di Piala Asia


Jadwal Timnas U-19 di Piala Asia

 

  Usai berlaga dan memenangkan Piala AFF U-19 tidak banyak waktu istirahat untuk para penggawa Timnas U-19. Evan Dimas dkk 25 September nanti akan kembali berkumpul untuk melakoni kualifikasi Piala Asia U-19 yang akan digelar awal Oktober.

Indonesia berada satu grup dengan Laos, Guam, Filipina, dan Korea Selatan. Berikut ini jadwal skuat Indra Sjafri tersebut di kualifikasi Piala Asia U-19:
4 Oktober 2013: Indonesia U-19 Vs Laos U-19
8 Oktober 2013: Indonesia U-19 Vs Guam U-19
10 Oktober 2013: Indonesia U-19 Vs Filipina U-19
12 Oktober 2013: Indonesia U-19 Vs Korea Selatan U-19

 

AFC U-19 : Prediksi Indonesia vs Filipina pada 10 Oktober 2013


iBerita.com – Pada pertandingan sebelumnya di Piala AFC U-19 Timnas Indonesia berhasil mengalahkan tamunya Laos dengan skor telak 4-0. Tentu saja ini bisa jadi peluang emas bagi Indonesia menghadapi laga selanjutnya yakni melawan Filipina pada Kamis (10/10). Dengan mengaca pertandingan juara bertahan Korea Selatan yang sukses menumbangkan Filipina 4-0 juga.
timnas u19 indonesia
Menghadapi pertandingan Indonesia vs Filipina, Sang Pelatih Indra Sjafri di pastikan akan memasang Evan Dimas sebagai motor serangan timnas. Mulai dari Piala AFF U-19 sampai saat ini posisi Evan Dimas sebagai jendral lapangan tengah tak tergoyahkan. Permainan yang cantik dan umpan yang brilian menjadi nilai lebih pemain asal Surabaya ini.
Dengan formasi 4-3-3 Timnas Indonesia anak asuh Indra Sjafri selalu tampil menyerang. Di sektor depan ada Ilham Udin Armain pemain asal Ternate ini sangat dibutuhkan untuk membuat sibuk barisan pertahanan Filipina.
Dengan di tambah lagi stiker Muchlis Hadi nampaknya akan kembali menjadi pillihan utama Indra Sjafri pada laga Indonesia vs Filipina nanti. Jangan lupa untuk selalu dukung bakat – bakat muda ini Live di Stasiun TV RCTI kamis (10/10) pukul 20.00 WIB. Kami prediksi skor 3-0, bagi timnas garuda.

Selasa, 08 Oktober 2013

Obama dan Amerika, Teroris Sebenarnya!

Obama dan Amerika, Teroris Sebenarnya!
https://www.facebook.com/ilyas.pikal1?ref=tn_tnmn#


Pasca hancurnya menara kembar WTC, Amerika langsung menuding Osama bin Laden sebagai otak peristiwa 11 September 2001 itu. Dengan pongahnya Amerika langsung membombardir Afghanistan dalam rangka memburu Osama. Kini Osama telah berpulang.
Akankah Amerika menarik tentaranya dari Afghanistan? Benarkah Osama otak pemboman WTC? Lantas siapa sebenarnya teroris itu? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dengan Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Harits Abu Ulya.
Benarkah Osama telah syahid?
Menurut pengakuan yang kredibel dari tandzim Alqaida, kali ini Osama dipastikan telah syahid. Jika sebagian pihak tidak percaya, ya karena Amerika biasa membual dan berdusta dalam banyak hal, termasuk klaim dusta
tewasnya Osama sebelumnya. Amerika sekarang juga cenderung menutupi fakta dan bukti-bukti otentik kematian Osama.
Mengapa?
Karena Amerika sadar, operasi pembunuhan Osama dilakukan dengan cara yang biadab dan dampak korban yang jika dunia melihat, pasti akan melahirkan gelombang kritik dan militansi perlawanan minimal dari jaringan Alqaida. Sekarang Amerika menjadi bangsa yang paranoid akibat tindakanya sendiri.
Karena sudah membunuh Osama, akankah Amerika meninggalkan Afghanistan?
Amerika tidak akan begitu saja meninggalkan Afghanistan pasca syahidnya Osama. Karena Osama hanya menjadi ikon dan alasan bagi Amerika melakukan ekspansi militernya.
Mengapa?
Anda jangan lupa, AS juga mengusung jargon demokratisasi dan kebebasan menjadi payung utama kolonialisasi AS di Afghanistan, jadi bukan semata-mata seorang Osama. Sementara Mullah Omar dan kemudian Osama bin Laden adalah lakon yang dijadikan alasan praktis melangsungkan penjajahan di Afghanistan. Jika Osama wafat, AS bisa saja menciptakan “Osama-Osama” baru agar agenda penjajahan bisa kontinyu dan simultan.
Berarti memburu Osama hanya alibi saja? Amerika telah berbohong?
Betul, Osama adalah simbol tandzim Alqaida. Sementara AS perang melawan terorisme menurut versinya dan Alqaida masuk daftar terorisme bagi negara AS. Ya kalau tidak bohong dan pandai berdusta bukan Amerika namanya.
Pernyataan yang menyebutkan Osama sebagai otak bom WTC pun bohong juga?
Iya bohong besar!
Indikasinya?
Sampai saat ini, Amerika belum pernah bisa membeberkan bukti akurat dan kredibel yang membuktikan keterlibatan Osama dengan tragedi WTC. Yang ada adalah asumsi, dugaan dan opini serta propaganda. Banyak riset dan investigasi yang dilakukan kelompok independen meragukan keterlibatan dan keterkaitan Osama dengan runtuhnya WTC.
Seorang Bob Graham dan Porter Goss yang ditunjuk sebagai ketua Komisi 11 September untuk melakukan investigasi peristiwa tersebut justru hasilnya ditolak sedikitnya oleh 25 orang mantan pejabat CIA, FBI dan lembaga keamanan lainya secara resmi, karena dianggap hasil komisi tersebut penuh kedustaan dan menutupi hal sebenarnya. Mereka meragukan keterlibatan Osama bin Laden.
Jadi apa motif sebenarnya menyerang Afghanistan?
Ya untuk eksploitasi sumber energi seperti minyak dan uranium serta pemanfaatan geopolitik strategis Afghanistan untuk menjamin ketamakan Amerika. Sementara untuk melegalkan penjajahan tersebut dengan  jualan topeng demokrasi dan kebebasan (liberalisme).
Dalam kontek ini, Amerika mengarang cerita adanya kelompok atau negara yang mengancam demokrasi dan perdamaian dunia ala Amerika sebagai teroris, karenanya wajib diperangi dan menjadi musuh bersama. Amerika berkata, bersama Amerika memerangi terorisme atau bersama terorisme menjadi musuh Amerika dan sekutunya!
Kalau begitu sebenarnya siapa yang teroris, Osama atau Obama?
Obama! Obama yang ketika di awal jabatannya menyatakan akan bersahabat dengan dunia Islam, justru mengirimkan 17.000 pasukan tambahan ke Afghanistan pada tahun 2009.
Bahkan di tahun 2010 merelokasi pasukan dari Irak dan melipatgandakan jumlah pasukannya di Afghanistan. Di tahun 2009 jumlah korban perang Afghanistan meningkat hingga 40 persen. Dan akibat invansi AS, menurut hitungan AFP lebih dari 10.000 orang, sekitar seperlimanya warga sipil, telah tewas akibat kekerasan di Afghanistan hingga tahun 2010.
Obama seorang presiden AS dengan kesan tampilan simpatik tapi sebenarnya radikal dan mengokohkan AS sebagai negara teroris (terrorist state). Obama dan AS-nya yang sebenarnya paling layak dengan label teroris yang sebenarnya (the real terrorist).
Tapi mengapa media di Indonesia malah memosisikan Osama sebagai teroris dan Obama sebagai polisi dunia?
Karena dalam isu terorisme juga berlangsung perang opini, umat Islam sebagian besar mengalami kekalahan. Bahkan bersikap apologis, sudah kalah tapi juga menerima tuduhan yang konyol “terorisme” dengan definisi versi Amerika.
Lebih parah lagi kemudian menelan mentah-mentah tuduhan tersebut seraya menerjunkan diri dalam skenario imperialis Amerika. Lihat saja, bagaimana proyek global war on terrorism (GWOT) Amerika telah menyeret sebagian besar dunia Islam dengan penguasa fasiknya segendang seirama mengikuti arahan AS.
Di level lokal, stigma teroris membias menjangkau setiap eksistensi yang dianggap mengancam kepentingan status quo yang bercokol dan membahayakan kepentingan Amerika di dunia Islam. Dengan alasan membahayakan tatanan demokrasi dunia dan sekulerisme maka dicap radikal, fundamentalis, dan akar dari terorisme.
Sepeninggal Osama, apakah “terorisme” akan berhenti?
Jika jihad melawan penjajahan fisik itu yang didefinisikan AS sebagai “terorisme”, maka “terorisme” tidak akan pernah mati. Karena realitasnya ada kelompok yang  tidak bergantung figur semisal Osama, tapi ideologi yang  menjadi pijakan langkah jihadnya.
Mereka akan menjadi hantu yang membuat Amerika dan sekutunya tidak bisa tidur nyenyak sepanjang kolonialisasi AS berlangsung di dunia Islam.
Ada juga kelompok yang menjadikan Osama adalah simbol perlawanan dan figur panutan serta inspirasi untuk melakukan perlawanan. Maka jenis yang kedua ini juga akan melahirkan mimpi buruk dan datangnya tak diduga-duga.
Terakhir ada kelompok terorisme sebagai produk intelijen, artinya ini adalah terorisme buatan (fabricated terrorist) yang akan terus diproduksi penguasa zalim selama target di balik  isu teroris itu belum dicapai pemerintah.
Di Indonesia, apa akan dijadikan pijakan untuk mengokohkan kontra terorisme dan deradikalisasi Islam?Di Indonesia pasca syahidnya Osama, pemerintah melalui BNPT membangun teror baru. Indonesia akan dilanda terorisme dan propaganda semisalnya, menjadi menu harian kita yang dibuat oleh BNPT.

Perang melawan terorisme seolah makin mendapatkan justifikasi agar berlangsung secara massif, dengan dukungan regulasi dan opini masyarakat tentang pentingnya perang melawan terorisme. Begitu juga  proyek deradikalisasi dilakukan BNPT dengan lebih getol hingga umat Islam di Indonesia phobi kepada Islam yang diusung sebagai ideologi.
Inilah kunci kontinyuitas proyek kontra-terorisme, bergantung kepada ada atau tidaknya sesuatu yang dianggap membahayakan kepentingan ideologi Barat-kapitalis. Dan paska runtuhnya ideologi komunis hanya Islam yang diangap bahaya bagi kapitalisme global. Jargon “terorisme” menjadi topeng yang efektif untuk melanggengkan penjajahan Amerika di dunia Islam dengan judul kontra terorisme atau GWOT dalam skala global.
Apa yang harus dilakukan untuk melawan penjajahan itu?
Jika penjajahan militer jawabannya adalah jihad (al qital). Jika penjajahan non fisik, maka ini membutuhkan langkah dan kebijakan politik dari para penguasa negeri Islam yang merdeka. Penguasa negeri Islam harus berani melepaskan dirinya dari sikap penghambaan terhadap Amerika dengan kepentingan kapitalisnya.
Itu jalan keluarnya, jika tidak maka saya katakan mereka akan seperti yang Allah gambarkan dalam Alquran Surat Al Baqarah Ayat 165-167; suatu hari mereka pasti akan menyesalinya dan ingin melarikan diri dari persekongkolan itu sejauh-jauhnya.  Di akhirat mereka akan tertimpa azab yang pedih.[]

Rahasia Di Balik Uang Dollar Amerika

Rahasia Di Balik Uang Dollar Amerika

  • detail berita


Fakta Ilmiah di Balik Runtuhnya Gedung Tragedi WTC

Fakta Ilmiah di Balik Tragedi WTC

Kebohongan AS Menuduh Islam 

Video Detik-detik Runtuhnya Gedung WTC 

Misteri Tragedi WTC
Afghanistan dan Irak dirudal atas nama perang melawan terorisme. Sedangkan kita tahu, Pemerintah Taliban sampai detik-detik terakhir tembakan salvo mesin perang Amerika tetap bersikukuh tidak tahu-menahu soal Tragedi WTC.Rezim Saddam Hussain pun tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti dituduhkan Washington.
Bahkan, Kepala Tim Inspeksi Senjata Nuklir Mayjen Keith Dayton yang dikirim oleh Pentagon dengan 1.400 pakar nuklir juga tak menemukan secuil molukel atom di Irak. Jadi, gempuran ke Kabul dan Baghdad menyisakan misteri tersendiri. Hal ini sama misterinya dengan Peristiwa 11 September 2001 itu sendiri. Ada sejumlah pertanyaan yang sangat layak diajukan: benarkah Gedung WTC di New York hancur akibat hantaman pesawat?
Apakah mungkin gedung yang disangga baja itu meleleh hanya karena api? Mengapa jet-jet tempur AS tidak mengudara? Siapa sesungguhnya dalang di balik Tragedi 11 September? Apa kepentingan Washington dan Pentagon? Apa kaitannya dengan kepentingan energi di beberapa dekade mendatang. Bagaimana nasib dunia Islam? Mengapa Pakistan tidak memihak Taliban, tetapi AS?
Jika selama ini opini dunia seolah digiring oleh pemerintahan Bush untuk meyakini Tragedi WTC didalangi oleh Osama, maka ada sisi lain yang tentu pantas untuk disimak. Ini setidaknya pendapat banyak kalangan, mengapa misteri Tragedi 11 September perlu kembali diperbincangkan? Ada empat hal penting yang mendasarinya.
Pertama, Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.
Kedua, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.
Ketiga,Prof Dr Steven E Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.
Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, yang melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut.

Teori fisika Jones tersebut tentunya sangat bertentangan dengan hasil penelitian FEMA, NIST dan 9-11 Commision bahwa penyebab utama keruntuhan gedung-gedung tersebut adalah api akibat terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh.
Dalam kertas kerjanya berjudul “Why Indeed Did the WTC Buildings Collapse?” dan dipublikasikan harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City dalam situsnya awal November lalu, Ilmuwan dari Departerment of Physic and Astronomy, Brigham Young University itu menguraikan secara ilmiah penyebab sesungguhnya dari kehancuran tersebut.
Pihak Brigham Young University sendiri sebelumnya mengatakan bahwa isi dari kertas kerja tersebut sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan sebagai pandangan pihak universitas.
“Saya mengimbau dilakukan suatu investigasi secara serius atas hipotesa bahwa gedung WTC 7 dan Menara Kembar WTC runtuh bukan hanya oleh benturan (pesawat) dan kebakaran, tapi juga karena bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya,” kata Jones.
Detik-detik keruntuhan Menara Kembar WTC, dan juga gedung WTC 7 didekatnya, disaksikan jutaan pasang mata baik secara langsung maupun melalui siaran “live” televisi di seluruh dunia.
Empat tahun telah berlalu dan berbagai peristiwa penting pun terjadi terkait dengan tragedi “September hitam” tersebut, di antaranya berupa perubahan kebijakan politik luar negeri AS dan serangan terhadap Afghanistan.
Namun Osama Bin Laden yang diyakini sebagai dalang utama serangan 11 September dan aksi terorisme lainnya di dunia, hingga kini belum dapat ditangkap.
Jones sendiri dalam kertas kerjanya tidak menyorot soal politik dan aksi terorisme, tapi ia memfokuskan pada teori fisika atas keruntuhan gedung-gedung tersebut. Ia tidak mau berspekulasi mengenai bagaimana bom itu dipasang dan siapa yang melakukannya.

Bukan hanya api

Dalam paper yang juga dipublikasikan pada pertengahan November lalu oleh situs harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City, Jones satu persatu mencoba memberi keyakinan bahwa tidak mungkin hanya api yang memporakporandakan gedung berkonstruksi baja tersebut.
Menurut teori Prof Jones, simetrikal dan cepatnya keruntuhan gedung-gedung tersebut membuktikan bawa penjelasan resmi FEMA, NIST dan 9-11 Commission yang kini sudah menjadi pegangan publik pada umumnya adalah salah.
“Fakta sebenarnya, tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu,” ujar ilmuwan yang mengambil spesialisasi metal-catalysed fussion, archaeometeri dan solar enegy tersebut.
Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” katanya.
Gedung WTC 7, yang tidak ditabrak pesawat, runtuh pada petang hari 11 September 2001 dalam 6,6 detik atau hanya 0,6 detik lebih lama dari perjalanan jatuhnya sebuah benda dari puncak gedung 47 lantai itu ke tanah.
“Dimana faktor kelambatan yang harus terjadi karena kekekalan gaya gerak, yang merupakan hukum dasar fisika?,” katanya.
Dengan demikian muncul hipotesa penghancuran lewat ledakan, termasuk pada bagian bawah dan tiang-tiang baja penyangga, sehingga jatuhnya mendekati kecepatan benda jatuh bebas.
Puing-puing bekas gedung itu , memperkuat dugaan kehancuran akibat ledakan karena sebagian besar materi gedung menjadi seperti bubuk. “Bagaimana kita bisa yakin pada kejanggalan ini selain kerena bahan peledak?,” katanya.
Lelehan logam yang ditemukan direruntuhan WTC bisa sebagai akibat suatu reaksi suhu tinggi dari bahan ledakan yang biasa digunakan seperti thermite. Gedung yang jatuh bukan oleh ledakan tidak cukup punya energi langsung untuk mengakibatkan lelehan metal dalam jumlah besar.
Argumentasi lainnya, untuk menguapkan struktur baja penyangga diperlukan api dengan temperatur mendekati 5.000 derajat Fahrenheit, sementara barang-barang kantor dan minyak disel yang terbakar tidak bisa mencapai suhu sepanas itu.
Api yang disebabkan oleh bahan bakar jet dari pesawat tersebut paling lama hanya beberapa menit, dan selanjutnya api dari materi kantor akan membakar kemana-mana dalam 20 menit. .
Pendapat Jones yang kontroversial ini juga menarik perhatian jaringan televisi MSNBC yang 16 November lalu mengundangnya untuk menjadi pembicara dalam suatu wawancara yang dipandu Tucker Carlson.
“Yang saya lakukan adalah menghadirkan bukti, ini suatu hipotesa yang harus diuji. Ada perbedaan besar dengan yang sudah disimpulkan, dan saya hanya ingin mengklarifikasi,” kata Jones dalam wawancara tersebut.
Wawancara dalam program “The Situation” MSNBC itu sendiri hanya berlangsung enam menit sehingga tidak banyak waktu untuk Jones menjelaskan lebih jauh mengenai teorinya.
Carlson mengaku bahwa ia banyak mendapat respon dari pemirsa mengenai acara tersebut, yang umumnya memuji atas keberaniannya menghadirkan Jones dalam program itu.
Ada juga pemirsa melalui e-mail yang memprotes karena sempitnya waktu yang disediakan untuk Jones menjelaskan soal konspirasi, katanya.
Meskipun memakai dasar-dasar ilmu alam, pandangan Jones memang merupakan hal yang sangat sensitif, karena bisa berpengaruh pada hal-hal lainnya di balik tragedi yang menewaskan ribuan jiwa tersebut.
Menurut Deseret Morning News, Jones juga akan mempublikasikan teorinya itu dalam bentuk buku berjudul “The Hidden History of 9/11″
Terakhir, Osama bin Laden (tersangka dalang Tragedi 11 September) menegaskan ”Saya telah katakan… saya tidak terlibat dalam… 11 September”.
Karenanya, menjadi penting upaya untuk menyingkap misteri Tragedi WTC meskipun telah lama berlalu. Dari keempat hal penting di atas, dapat disimpulkan perang melawan terorisme yang diprakarsai pemerintahan Bush perlu dikaji ulang, termasuk berupaya mengungkap pelaku peledakan Menara Kembar WTC yang sesungguhnya.
Kita bisa menjadikan komentar Andreas von Buelow dijadikan acuan.Di harian Tagesspiegel,Berlin,mantan Menristek Jerman ini semacam menyadarkan kita semua dengan ungkapannya: Carilah Kebenaran.Wallahu’alam bisshawab.
Dari Artikel
1. Abdul Halim Mahally, Misteri Tragedi 11 September, http://www.unisosdem.org/article_detail.php?aid=8797&coid=1&caid=45&gid=2
2. WTC : Menara Kembar WTC Runtuh Karena Bom yang Sudah Dipasang, http://swaramuslim.net/more.php?id=5066_0_1_0_M